Minggu, 30 Maret 2008

Pemansan Global


Pemanasan global atau sering disebut global warming merupakan gejala meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat peningkatan emisi gas rumah kaca di atmosfer. Naiknya suhu di permukaan bumi disebabkan oleh aktivitas manusia di bumi


Beberapa Penyebab Pemanasan Global :

  • Pembakaran bahan bakar fosil (Minyak bumi, Batubara, Gas alam, dll) menghasilkan gas rumah kaca seperti Karbon Dioksida (CO2)
  • Kebakaran hutan menghasilkan gas Karbon Dioksida (CO2)
  • Sawah yang selalu tergenang air manghasilkan gas Metana (CH4)
  • Pemanfaatan pupuk menghasilkan gas Dinitro Oksida (N2O)
  • Pembakaran padang untuk dijadikan lahan menghasilkan gas KarbonDioksida
  • Kotoran ternak yang membusuk akan melepskan gas Metana (CH4)
  • Sampah yang menumpuk menghasilkan gas metana.


Proses Terjadinya Efek Rumah Kaca :

1. Energi dari matahari diserap bumi

2. Sebagian energi diserap bumi, dan sebagiannya lagi dipantulkan oleh atmosfir ke angkasa.

3. Energi yang diserap menghangatkan bumi, kemudian dipantulkan kembali ke angkasa dalam bentuk sinar infra merah atau energi panas

4. Sebagian sinar infra merah dipantulkan kembali ke bumi oleh partikel-partikel atmosfir yang disebut gas rumah kaca.

5. Energi infra merah diserap oleh molekul -molekul gas rumah kaca.

6. Energi ini kemudian dipantulkan ke segala arah.

7. Makin banyak gas rumah kaca, makin banyak energi yang dipantulkan, sehinga bumi terasa panas.

Dampak Pemanasam Global

Pemansan global ternyata membawa dampak yang sangat besar terhadap iklim . Dampak yang ditimbulkan oleh pemanasan global terhadap iklim seperti yang terjadi di beberapa belahan dunia, yaitu meningkatnya curah hujan. Adapun belahan dunia yang lain mengalami kekeringan yang berkepanjangan sebagai akibat dari kenaikan suhu.

Benua Amerika sebagai penghasil gas rumah kaca terbesar, mengakibatakan peningkatan curah hujan selama 1990-2000. Sebaliknya, benua Afrika curah hujan menurun, padahal kadar emisi gas CO2 yang dihasilkan rendah.

Indonesia bukan termasuk negara penghasil gas rumah kaca yang besar, tetapi menerima dampak dari pemanasan global, seperti meningkatnya suhu udara, Pola curah hujan yang tidak menentu yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor hampir terjadi di seluruh Indonesia; Sedangkan di tempat lain mengalami kekeringan, permukaan air laut naik mengakibatkan terjadinya intrupsi air laut, beberapa jenis flora fauna akan punah karena tidak mampu beradaptasi, kebakaran hutan karena peningkatan suhu, kurangnya kekebalan tubuh terhadap penyakit yang mengakibatkan meningkatnya frekuensi penyakit tropis seperti malaria dan demam berdarah.